Kamis, 27 November 2014

SEJARAH BEKAM

Bekam saat ini sudah dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif pengobatan yang manjur. Ada tiga jenis pandangan terhadap bekam yang beredar di masyarakat yang pertama sebagian orang menjadikan bekam sebagai pengobatan utama, yang kedua sebagian lain menganggap bekam sebagai salah satu alternatif setelah pengobatan dengan obat kimia atau dokter sudah tidak mengalami perbaikan yang berarti sementara yang ketiga sebagian yang lain sama sekali tidak percaya bekam sebagai cara berobat

Belum pernah dilakukan penelitian berapa persen masing-masing bagian dalam perspektif terhadap bekam ini. Bekam sebenarnya sudah dikenal berabad-abad yang lalu mulai Jaman Rasululloh SAW atau bahkan sejak Jaman Mesir kuno. Bangsa Mesir Kunolah yang memulai melakukan bekam dengan cara mengeluarkan darah kotor yang dianggap mempengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Bangsa Mesir memang dikenal sebagai bangsa yang sering bepergian untuk berdagang yang tentu saja menyebabkan tubuh menjadi lelah dan daya tahan tubuh menurun. Karena belum ditemukan obat-obatan maka dilakukanlah metode bekam ini. Metode ini ternyata memberikan efek yang bagus buat tubuh sehingga pengobatan dengan cara ini terus dikembangkan bahkan sampai sekarang.  

Bekam dalam Bahasa Melayu juga mempunyai nama lain seperti Hijamah (Bahasa Arab), cupping (Bahasa Inggris), gua-sha (Bahasa Cina), dan cantuk atau kop (Bahasa Indonesia). Bekam adalah mengeluarkan darah kotor atau darah penyakit dari tubuh dengan menggunakan alat seperti pisau, atau jarum DENGAN TERLEBIH DAHULU . 

Berobat adalah perintah agama, dan banyak hadits Rasulullah saw yang menganjurkannya, sebagaimana yang diriwayatkan dari Usamah bin Syuraik oleh Ahmad ”Aku datang menemui Nabi saw. Dan aku melihat sahabat-sahabatnya seolah-olah di atas kepala mereka ada burung bertengger karena hormat dan takzim mereka kepada Nabi. Akupun memberi salam, lalu duduk. Kemudian datanglah orang-orang Badui dari sana-sini. Mereka bertanya, ”Ya Rasulullah, apakah kami boleh berobat ?”. Nabi saw bersabda, ”Berobatlah engkau karena Allah ta’ala tidak menaruh sesuatu penyakit, melainkan menyediakan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu penyakit tua”. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud oleh an-Nasa’i, Ibnu Maajah dan Hakim bahwa Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak menurunkan sesuatu penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Karena itu, berobatlah engkau !”. Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda,”Setiap penyakit ada obatnya. Jika sakit telah diobati, ia akan sembuh dengan izin Allah”.  

Bekam merupakan salah satu bentuk pengobatan dalam Islam yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebagaimana diriwayatkan Said bin Jubair berkata dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara : Pertama, minum madu. Kedua, dengan pembekaman. Ketiga, dengan besi panas, dan aku tidak menganjurkan umatku melakukan pengobatan dengan besi panas”. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)”. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam”. 

Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita memakai bekam sebagai salah satu terapi pengobatan dalam upaya untuk mencari kesembuhan atas penyakit yang kita derita karena cara pengobatan tersebut (bekam) telah Allah tunjukkan kepada umat manusia melalui Rasulullah saw dan para sahabatnya, sebagaimana Allah berfirman, ”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Al-Ahzab:36)